Semangat yang membara di titik awal perjalanan memang sangat menentukan, karena perjalanan yang dilalui berikutnya bukanlah semudah membalikan telapak tangan. keempat fungsi yang terdengar singkat akan tetapi jika diuraikan lebih jauh lagi ternyata tersirat tanggung jawab yang begitu besar, kerja kerja keras yang tak kunjung henti, berbagai lini yang harus tersentuh dengan asas kesabaran dan ketelatenan.
Kembali lagi ke bahasan semula..
Coba kita telaah ulang masing masing fungsi tersebut
Budgeting : penganggaran, bukan sebuah pekerjaan sepele merencanakan, memanage, mengontrol, serta mempertanggungjawabkan penganggaran untuk masing masing LK. Setiap rupiah dalam sistem budgeting harus jelas perolehanya, arus penggunaanya, dan manfaatnya bagi mahasiswa.
Controlling : bagaimana seorang anggota dewan yang telah diberikan mandat untuk mengontrol jalanya sistem di LK dalam lini tertentu mampu dengan telaten peka terhadap kondisi apapun yang terjadi. Dewan Perwakilan Mahasiswa di sini berperan sebagai buffer, penyelaras setiap kegiatan LK D agar berjalan harmonis dengan tetap berjalan sesuai tupoksi masing masing lembaga. hal ini tentu tak akn pernah terwujud jika fungsi ini tidak dilakukan secara rutin, intens, dan teliti.
Legislating : keberlangsungan sebuah sistem tentu akan sangat dipengaruhi oleh adanya landasan atau aturan baik secara tersurat maupun tersirat. Dewan perwakilan mahasiswa merupakan organisasi yang mempunyai wewenang membuat aturan tersebut demi kelancaran sistem organisasi mahasiswa.
REPRESENTATIF : Namanya saja Perwakilan, sepatutnya benar benar menjadi wakil mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi yang nantinya akan disalurkan ke pihak pihak terkait. Dalam hal ini Dewan Perwakilan Mahasiswa sebagai mediator dalam penyaluran aspirasi agar dapat dieksekusi oleh pihak terkait.
Keempat fungsi tersebut bukanlah melekat hanya bagi sebagian anggota saja. Setiap mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa selayaknya memiliki keempat fungsi tersebut, sehingga dalam aplikasinya tidak berjalan secara parsial. Keempat fungsi melekat pada masing2 diri yang akan menumbuhkan kesadaran bahwa amanah ini milik kita bersama, untuk Kita bersama dan kita pertanggungjawabkan bersama (Kecuali pertanggungjawaban pada Sang Khalik kelak).
Sudah saatnya Dewan Pewakilan Mahasiswa menilik kembali fungsi dasar mereka. Seperti selogan demokrasi "Dari Mahasiswa Oleh Mahasiswa dan Untuk Mahasiswa". Selayaknya Dewan Perwakilan Mahasiswa kembali ke mahasiswa. Karena mata Kami adalah mata mahasiswa, yang mampu melihat dengan jeli permasalahan yang dihadapi. Telinga Kami adalah telinga mahasiswa, yang mampu mendengar segala keluhan dan aspirasi. Lisan Kami adalah lisan mahasiswa, yang tak bosan menyuarakan hak dan aspirasi. Terlebih, hati Kami adalah hati mahasiswa yang senantiasa peka terhadap kondisi. Apakah selama ini Kita sudah begitu?? *hanya masing masing diri yang bisa menjawab
Untukmu para pejuang legislatif Fakultas Peternakan
Semoga menjadi secerca renungan..
