Ahlan wa sahlan

Sabtu, 11 Agustus 2012

# Tuuut tuuut gujes gujesss... ( Edisi Mudik part 2)

           

Kampus sudah mulai sepi, laboratorium sepi, pusat kegiatan mahasiswa sepi, sepi, sepi, dan sepi...,, yaiyalah…, hari gini masih dikampus???,, saatnya pulang yuuukk…
Pengennya sih langsung nyampe rumah, tapi apalah daya rumah nun jauh di sana, harus naik angkot 2x untuk sampai terminal, bus ber jam2, naik angkot lagi, masih naik becak pula untuk sampai rumah, hemmmm….,, akankah berjam2 itu kita lewatkan dengan sia2..??,
Hallowww…
Ini ramadhan kawand,,yang setiap detiknya tak terhitung harganya…
Yuuk mari sharing tips mudik produktif
Setelah bener2 siap lahir batin nih buat mudik, langsung chekidot pesen tiket, tentukan waktu, dan chap chuuuussss deh…

1.     Membaca do’a ketika naik kendaraan
Bacalan “Bismillah, bismillah, bismillah” ketika menaikkan kaki di atas bus, kereta, pesawat, rakit, atau apapun itu. Ketika sudah di dalam kendaraan entah dapet tempat duduk atau tidak ucapkanlah “Alhamdulillah…” dan membaca
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (QS. Az Zukhruf: 13-14)

2.    Membaca do’a dan dzikir
رِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga
(HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar)
Panjang yha do’anya..
Semangat….!!!

3.    Memperbanyak berdo’a ketika di perjalanan
Pasti pada akrab dengan hadist ini kan??
Dari Abu Hurairah, Rosululloh SAW bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Tiga do’a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu do’a seorang musafir, do’a orang yang terzholimi, dan do’a orang tua kepada anaknya.
HR. Ahmad 2/434
Hayoooo… mari perbanyak do’a, semoga cepet lulus bagi mahasiswa tingkat akhir, semoga diistiqomahkan dalam jalan-Nya, semoga cepet dapet jodoh bagi yang sudah siap, semoga..semoga..dan semoga ya Robbku..
Amin amin amin…^^

4.    Jangan lupa sholat
Jika memungkinkan singgah, pastikan tidak tertinggal waktu sholatnya, jika tidak memungkinkan, silahkan di jamak sholatnya…

5.    Mengisi perjalanan dengan aktivitas yang bermanfaat
Kalau saya pribadi ini waktu yang menyenangkan untuk “membaca”. Baca qur’an ngejar targetan, baca buku yang bermanfaat, atau baca Koran biar update kabar Dunia hari ini.. yang jelas engga baca buku kuliah (uuupzzz,he..)

6.    Jangan lupa sapa teman di samping anda
Kalau dia orang yang dikenal, cobalah Tanya gimana kabar dan kesibukannya sekarang, ada rencana bikin apa buat lebaran dsb, kalau dia adalah orang yang belum dikenal, maka ta’aruflah… lumayan nambah kenalan, pasti bermanfaat (ngiklan : om saya bertemu jodoh ketika di perjalanan mudik, haha…)
Yang ini juga bermanfaat kalau kita singgah di suatu tempat, bisa numpang nitip barang bawaan, he…

7.    Memperbanyak bersyukur
Kalau udah bosen baca, ngobrol, ngapain yha…??,
Cobalah buka gorden jendela, dan lihat pemandangan di sekeliling, kalau itu pemandangan alam, insya Alloh akan semakin menambah rasa syukur kita pada Robb Yang Maha Agung atas penciptaanya, kalau itu berupa pemandangan gedung2 tinggi, maka akan semakin menambah rasa takjub atas ciptaan Alloh berupa manusia dengan perkembangan teknologinya. Kalau itu perkampungan kumuh, maka akan semakin menambah rasa syukur kita atas keadaan kita yang jauh lebih baik. Kalau udah bosen lihatlha langit Insya Alloh rasa syukur itu makin besar adanya. 

Sambil dengerin lantunan murotal dari hape kesayangan sepertinya akan lebih menyenangkan..^^

8.    Kalau udah bener2 bosen..
Kalau udah dalam kondisi begini nih…, ataur posisi nyaman, dan berdo’alah sebelum terlelap, jangan lupa minta tolong dibangunkan jika sudah dekat tempat tujuan ^^

Dan…
Tereeeeeeenggg..
Sampai deh di tanah kelahiran…
Selamat ber birru walidain sahabat ^^
Persembahkan senyuman terindah untuk orang yang do’anya tak henti mengalir untuk kita, untuk orang yang selalu bangga apapun pencapaian kita, untuk orang yang selalu mencintai kita karena-Nya ^^

Saya pamit undur diri
Semoga bermanfaat,
Sampai bertemu lagi jika Alloh menghendaki ^^

Minal aidzin wal faizin, mohon ma’af lahir batin yha……



Jumat, 10 Agustus 2012

# Galau mau pulang ????? (Edisi Mudik Part 1)


yuk tengok adab sebelum melakukan "safar" atau perjalanan jauh

1.  Shalat istikharoh
Eits, jangan dikira sholat istikharoh hanya dilakukan dikala bingung memilih *****.he…, sebelum mudik dianjurkan melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan.
 Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami shalat istikhoroh dalam setiap perkara sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami Al Qur’an.”

2.  Perbanyak taubat
jika sudah bulat melakukan perjalanan, maka perbanyaklah taubat yaitu meminta ampunan pada Allah dari segala macam maksiat, mintalah maaf kepada orang lain atas tindak kezholiman yang pernah dilakukan, dan minta dihalalkan jika ada muamalah yang salah dengan sahabat atau lainnya.

3.  Menyelesaikan urusanya terlebih dahulu
Yang masih punya hutang, silahkan dilunasi, yang masih punya janji silahkan dipenuhi, atau mengkomunikasikan kepada yang bersangkutan jika belum mampu menyelesaikan

4.   meminta restu dan ridho orang tua atau keluarga, tempat berbakti dan berbuat baik. 
yang ini jangan lupa yha, jangan maen nongol aja depan rumah, hehe

5.  Jangan sendirian
 melakukan safar atau perjalanan bersama tiga orang atau lebih. Sebagaimana hadits,
الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثَةُ رَكْبٌ
Satu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir.”

6.  Mengangkat ketua geng
 mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,
إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِى سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ
“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah di antaranya sebagai ketua rombongan.”

7.  Memilih waktu yang tepat
Dianjurkan untuk mulai bepergian pada pagi hari karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Sebagaimana do’a Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu pagi,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Atau di awal malam
 Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ
“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.”

8.   melakukan shalat dua raka’at ketika hendak pergi
Sebagaimana terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا خرجت من منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مخرج السوء وإذا دخلت إلى منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مدخل السوء
“Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang ada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.”

9.   berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.
Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah.”
Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
“Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya.”

10.  ketika keluar dianjurkan membaca do’a:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya"

Oke,,
sekarang siap untuk mudik????
eits,,
gimana dengan bekal untuk perjalanan nanti??
halllowww??
belasan jam loh di jalan???
hemmmmm....

#Bersambung......